Kumpulan, Contoh, Surat, Izin, Jalan, Keterangan, Kuasa, Lamaran Kerja, Penawaran, Pengunduran Diri, Perjanjian, Permohonan, Pernyataan, Resmi, Undangan, Bahasa Inggris, Dinas, Cinta, Penolakan, Pengiriman, Niaga, Perdagangan, Penagihan

Pemindahan Pemusnahan Arsip Yang Baik dan Benar



Pemindahan Arsip Yang Baik dan Benar
Keputusan tentang pelaksanaan penyusutan segera akan berlanjut dengan pemindahan arsip, yang selanjutnya akan terjadi pula  pemusnahan atau pengiriman arsip ke Arsip Nasional. Pemindahan arsip terjadi dengan cara sebagai berikut.
•     Pemindahan dari unit pengotah ke pusat penyimpanan arsip.
Pemusnahan Arsip Yang Baik dan Benar
Pemusnahan arsip berarti menghapus keberadaan arsip dari tempat penyimpanan. Jadi, pemusnahan arsip adalah tindakan menghancurkan secara fisik arsip-arsip yang sudah berakhir fungsinya dan sudah tidak memiliki nilai kegunaan lagi.  alam melakukan pemusnahan arsip perlu diperhatikan ketentuanketentuan yang berlaku, yaitu sebagai berikut.
•    Perlu membuat daftar pertelaan untuk arsip-arsip yang akan dimusnahkan.
•    Harus dibuat berita acara pemusnahan.
•    Harus disaksikan oleh dua orang pejabat yang berwenang.

Setiap organisasi, baik itu kantor kelurahan maupun kantor gubernur, suatu saat harus melakukan penyusutan dan pemusnahan arsip-arsip yang sudah tidak berfungsi dan berguna lagi. Dalam hal ini, perlu diingat, penyusutan dan pemusnahan jangan dilakukan asal comot saja, artinya tidak memakai perhitungan dalam melakukannya.

Apa yang harus dilakukan dalam memusnahkan arsip?
Jawaban pernyataan ini sangat mudah: "gunakanlah pedoman yang berlaku dalam pengelolaan arsip". Pedoman ini jangan dianggap ringan. Namun sering disepelekan, sehingga sering terjadi pengelola arsip tidak tahu sama sekali pedoman pengolahan arsip. Pengelola arsip hanya dibekali pengetahuan bahwa arsip itu harus disimpan dan apabila sudah lama perlu dibuang. Hal-hal lain, yang juga penting diperhatikan, sering terlupakan. 

Hal-hal lain itu antara lain sebagai berikut.
•    Pengetahuan dalam penggolongan warkat.
•    Penentuan macam-macam arsip.
•    Pengetahuan tentang macam-macam sistem penyimpanan.
•    Syarat-syarat seorang petugas arsip.
•    Pengetahuan untuk tingkat kecermatan.
•    Pengetahuan untuk dapat menentukan angka pemakaian.
•    Cara membuat jadwal retensi untuk arsip-arsip yang disimpan.
•    Cara menentukan nilai kegunaan arsip.
•    Cara pemindahan atau penyingkiran arsip.
•    Cara melakukan pemusnahan arsip.

Sebagai bahan kajian, setiap organisasi pertu meningkatkan penanganan di bidang kearsipan. Karena arsip merupakan pusat ingatan bagi suatu organisasi, pertu perhatian yang serius. Jangan sampai terjadi seorang petugas dengan mudah membuang warkat atau membakar setumpuk arsip yang tidak dipakai lagi. 

Pembuangan warkat dan pembakaran setumpuk arsip hendaknya ditakukan menurut prosedur yang bertaku. Hal tersebut pertu mendapat perhatian dari kantor-kantor atau organisasi-organisasi yang belum melaksanakan aturan-aturan yang dibertakukan dalam pengelotaan kearsipan.
Arsip adalah jiwa dari suatu kegiatan organisasi. 

Karena itu, tidak boleh terjadi arsip hilang dari tempat penyimpanan atau dibuang sebelum masa berlakunya habis dan sebelum masa penyimpanannya habis.

Demikianlah informasi yang bisa kami berikan kepada para pembaca semua, semoga bermanfaat.

     Saya akan berterimakasih sekali kepada anda jika anda berkenang untuk meluangkan waktu untuk melihat iklan yang tersedia. Terimakasih banyak atas kunjungannya salam Sista Nafi.
Silahkan Lihat Di Bawah Ini Mungkin Bermanfaat Bagi Anda:
Share Fb
Share G+
Tags :